Kamis, 28 Juni 2012

Hujan di hati kami ..

    Senja di hari itu nampak redup.diiringi gerimis yang jatuh beriringan.ya,redup dan gelap seperti suasana hatinya yang pedih dan hancur terluka.
     Entah apa yang Ia pikirkan,wajahnya yang tampan berubah menjadi datar.Letih tersirat di pelupuk matanya.Ia selalu seperti itu,diam dan tak banyak mengeluh.padahal beberapa jam yang lalu,Ia kehilangan orang yang paling berharga baginya.
       Tangisnya pecah,ketika telpon dari ku diterimanya.terisak,hingga aku tak tau harus berkata apa.aku pun hanya bisa ikut menangis.tubuh ku yang tak sehat,memaksa ku untuk berusaha tegar menemaninya.
        Ya,ia adalah sosok yang selama hampir 3tahun ini menemaniku .banyak yang telah kami lalui bersama.suka maupun duka.tapi,tak ada yang lebih kelam dari kehilangan ibunya.ibu yang semestinya kami bahagia di hari pernikahan kami.
       Tak banyak yang ku ketahui tentang sosok Beliau.yang aku tau,dia selalu membanggakan ibunya.ibu yang sabar menghadapi segala cobaan hidup dan tak pernah mengeluh.ibu yang tetap setia menemani bapak melewati segala cobaan dalam hidup hingga ajal menjemput.ibu yang selalu memanjakan anak-anaknya dengan cara yang sederhana.
       Kepergian ibu adalah yang terberat bagi kami.sosoknya yang belum sempat aku lihat dan aku cium kedua tangannya,membuatku merasa benar-benar kehilangan.
        Bagi Yuda,kehilangan ibu sangat membuatnya hancur.Ia ingin membahagiakan ibunya.tapi,apa ada Allah lebih menyayangi beliau.
        Sore itu ketika senja turun di ufuk barat,aku menjemputnya di bandara.aku bahkan tak kuasa untuk tetap berdiri menunggunya.tapi,ketika dia muncul di hadapanku , dia berkata "kamu kurusan ya?" Aku hanya bisa menahan tangis saat itu.aku tak menyangka,dia bisa memperhatikan ku di saat seperti itu.
      Taksi yang membawa kami bergerak perlahan membelah malam Balikpapan.mengantarkan kami menuju pelabuhan speed boat yang akan membawanya pulang ke kampung halamannya.kami hanya diam membisu,berkutat dengan apa yang ada dibenak kami masing-masing.telpon dan sms yang terus masuk,hanya kami jawab seperlunya.hari itu langit seakan ikut merasakan kesedihan kami.hujan menurunkan rintik-rintik kecilnya.
         Malam itu,kami berpisah di pelabuhan dan dia melanjutkan perjalanan.perjalanan yang terasa panjang untuk bertemu ibu nya untuk terakhir kalinya.
        Ibu,aku belum mengenal secara langsung tapi aku merasa kehilangan.bahkan sampai saat ini.
Senin,09 Januari 2012.hari itu tak akan aku lupakan,kehilangan sosok yang berharga dan paling berjasa dalam hidup orang yang paling aku sayang.
        Selamat jalan ibu,istirahatlah dengan tenang. You always in our hearts.Love you ..
:'(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar